Menurut artikel Yayan
Sakti Suryandaru 2013, dalam buku ekpol media adalah ketika
sebuah media massa menawarkan pandangan yang kontra dan mempublikasikan skandal
maka sebetulnya mereka menginginkan legitimasi mereka atau melegitimasi sistem
kapitalisme secara keseluruhan dan melegitimasi sistem yang dianggap lawan.
Dengan
menggunakan kekuasaan ekonomi dan sistem sosial yang mau ditawarkan, kelas dominan
akan menangani lingkup wacana dan representasi. Penanganan lingkup wacana dan
representasi ini bisa terwujud dalam bentuk perbaikan premis wacana, keputusan
mana yang boleh dilihat dan dianggap penting oleh masyarakat umum dan menangani
opini publik melalui propaganda.
Sebetulnya
dalam konteks ekonomi politik media massa, terdapat pola kepemilikan media.
Model pertama adalah model pola resmi, di mana media dikontrol negara. Model
kedua adalah pola komersial, di mna media merefleksikan ideologi para pemegang
modal. Model ketiga adalah pola kepentingan di mana media merefleksikan
kepentingan partai politik dan kelompok keagamaan. Model keempat adalah pola
informal di mana isi meida merefleksikan ide dan konsep kontributor media
tersebut.
Menurut leksikon, 2006 dalam buku Pengantar Ilmu
Komunikasi media massa adalah "sarana penyampai
pesan yang berhubungan langsung dengan masyarakat luas misalnya radio,
televisi, dan surat kabar".
Menurut Cangara, media adalah alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak, sedangkan pengertian media massa sendiri alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber kepada khalayak dengan menggunakan alat-alat komunikasi seperti surat kabar, film, radio dan televisi. Media adalah bentuk jamak dari medium yang berarti tengah atau perantara. Massa berasal dari bahasa Inggris yaitu mass yang berarti kelompok atau kumpulan. Dengan demikian, pengertian media massa adalah perantara atau alat-alat yang digunakan oleh massa dalam hubungannya satu sama lain.
Menurut Cangara, media adalah alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak, sedangkan pengertian media massa sendiri alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber kepada khalayak dengan menggunakan alat-alat komunikasi seperti surat kabar, film, radio dan televisi. Media adalah bentuk jamak dari medium yang berarti tengah atau perantara. Massa berasal dari bahasa Inggris yaitu mass yang berarti kelompok atau kumpulan. Dengan demikian, pengertian media massa adalah perantara atau alat-alat yang digunakan oleh massa dalam hubungannya satu sama lain.
Contoh variety show yang menampilkan
kekerasan:
1. Pesbukers
adalah acara variety show yang ada di
stasiun TV ANTV dimana dalam acara pesbukers ini menampilkan kekerasan yaitu
mereka menggunakan tepung dan mentega
2. Campur-campur
dalam acara ini banyak sekali kekerasan yang mereka lakukan diman banyak sekali
pemain yang bukan hanya melakukan kekerasan melalui perbuatan tapi mereka juga
melakukan kekerasan melalui kata-kata yang meraka keluarkan. Kekerasan yang
mereka lakukan adalah menggunakan cream
dan lipstik
3. Ovj
yang di tanyangkan oleh stasiun TV TRANS7 dalam acara ovj ini juga banyak
sekali memperlihatkan kekerasan. Dimana banyak sekali kekerasan yang mereka
lakukan antara lain menepungi muka pemain, mendorong, memukul orang dengan
memakai sterofom.
4. Yks
adalah tayangan variety show di TRANS
TV. Acara yks ini pertama kali ditayangkan pada saat puasa (sahur) karena
tayangan ini laku dipasaran, acara yks inipun menjadi tayangan variety show no 1 di indonesia sehingga
mereka menayangkannya setiap hari. Dalam acara yks banyak sekali kekerasan yang
mereka lakukan yaitu menepungi muka orang, kaki di rendam dalam air es.
Dampak dari tayangan ini adalah akibat masyarakat banyak mengkonsumsi acara-acara televisi seperti ini ditakutkan banyak yang meniru prilaku kekerasan yang mereka tayangkan. terlebih khusus anak-anak, akibatnya anak-anak ini menjadi pemarah, suka mukulin temannya dll.
Refrensi:
1. yayan-s-fisip.web.unair.ac.id/artikel_detail-70806-Ekpol%20Media-Rela...
11
Jan 2013
2. Cangara, H. Hafied. 2006. Pengantar Ilmu
Komunikasi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar