Selasa, 14 Oktober 2014

Kekerasan Dalam Tayangan Variety Show


Menurut artikel Yayan Sakti Suryandaru 2013, dalam buku ekpol media adalah  ketika sebuah media massa menawarkan pandangan yang kontra dan mempublikasikan skandal maka sebetulnya mereka menginginkan legitimasi mereka atau melegitimasi sistem kapitalisme secara keseluruhan dan melegitimasi sistem yang dianggap lawan.

Dengan menggunakan kekuasaan ekonomi dan sistem sosial yang mau ditawarkan, kelas dominan akan menangani lingkup wacana dan representasi. Penanganan lingkup wacana dan representasi ini bisa terwujud dalam bentuk perbaikan premis wacana, keputusan mana yang boleh dilihat dan dianggap penting oleh masyarakat umum dan menangani opini publik melalui propaganda. 

Sebetulnya dalam konteks ekonomi politik media massa, terdapat pola kepemilikan media. Model pertama adalah model pola resmi, di mana media dikontrol negara. Model kedua adalah pola komersial, di mna media merefleksikan ideologi para pemegang modal. Model ketiga adalah pola kepentingan di mana media merefleksikan kepentingan partai politik dan kelompok keagamaan. Model keempat adalah pola informal di mana isi meida merefleksikan ide dan konsep kontributor media tersebut.

Menurut leksikon, 2006 dalam buku Pengantar Ilmu Komunikasi media massa adalah "sarana penyampai pesan yang berhubungan langsung dengan masyarakat luas misalnya radio, televisi, dan surat kabar".
Menurut Cangara, media adalah alat atau sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada khalayak, sedangkan pengertian media massa sendiri alat yang digunakan dalam penyampaian pesan dari sumber kepada khalayak dengan menggunakan alat-alat komunikasi seperti surat kabar, film, radio dan televisi. Media adalah bentuk jamak dari medium yang berarti tengah atau perantara. Massa berasal dari bahasa Inggris yaitu mass yang berarti kelompok atau kumpulan. Dengan demikian, pengertian media massa adalah perantara atau alat-alat yang digunakan oleh massa dalam hubungannya  satu sama lain.

Contoh variety show yang menampilkan kekerasan:

1. Pesbukers adalah acara variety show yang ada di stasiun TV ANTV dimana dalam acara pesbukers ini menampilkan kekerasan yaitu mereka menggunakan tepung dan mentega 
2. Campur-campur dalam acara ini banyak sekali kekerasan yang mereka lakukan diman banyak sekali pemain yang bukan hanya melakukan kekerasan melalui perbuatan tapi mereka juga melakukan kekerasan melalui kata-kata yang meraka keluarkan. Kekerasan yang mereka lakukan adalah menggunakan cream dan lipstik 
3.   Ovj yang di tanyangkan oleh stasiun TV TRANS7 dalam acara ovj ini juga banyak sekali memperlihatkan kekerasan. Dimana banyak sekali kekerasan yang mereka lakukan antara lain menepungi muka pemain, mendorong, memukul orang dengan memakai sterofom. 
4. Yks adalah tayangan variety show di TRANS TV. Acara yks ini pertama kali ditayangkan pada saat puasa (sahur) karena tayangan ini laku dipasaran, acara yks inipun menjadi tayangan variety show no 1 di indonesia sehingga mereka menayangkannya setiap hari. Dalam acara yks banyak sekali kekerasan yang mereka lakukan yaitu menepungi muka orang, kaki di rendam dalam air es.

Dampak dari tayangan ini adalah akibat masyarakat banyak mengkonsumsi acara-acara televisi seperti ini ditakutkan banyak yang meniru prilaku kekerasan yang mereka tayangkan. terlebih khusus anak-anak, akibatnya anak-anak ini menjadi pemarah, suka mukulin temannya dll. 

Refrensi: 
1.  yayan-s-fisip.web.unair.ac.id/artikel_detail-70806-Ekpol%20Media-Rela...
11 Jan 2013

2. Cangara, H. Hafied. 2006. Pengantar Ilmu Komunikasi.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar