Selasa, 25 November 2014

Kekerasan Dalam Media Massa

Kekerasan dalam media menurut Dr Haryatmoko terbagi 3 yaitu:
  1. kekerasan dokumen: menampilkan berbagai fakta kekerasan baik perbuatan/kata-kata. menampilkan gambar kekerasan yang dipahami pemirsa atau pembaca dangan mata telanjang sebagai dokumentasi atau rekaman fakta kebenaran. Menampilkan berbagai tindakan kekerasan yang disekenariokan. Dapat di presentasikan melalui tindak pembunuhan, pertengkaran, kerusuhan, tembakan. situasi yang di alami adalah konflik, luka, tangis. Dan tulisan pemberitaan media yang merugikan kehidupan pribadi atau kelompok.
  2. kekersan fisik: Menampilkan berbagai tindakan kekerasan yang diskenariokan. kekerasan ini dibuat seolah-olah sama dengan kekerasan dalam kehidupan nyata. dapat ditemukan dalam berbagai adegan kekerasan di film, sinetron, reality show, smackdown dan tayangan kartun.
  3. kekerasan simulas: Kekerasan dalam permainan peran (simulasi) seolah-olah kita yang mengalami. kekerasan ini berasal dari dunia virtrual yaitu permainan dari video game dan permainan on-line. permainan ini menampilkan permainan dan peranannya masing-masing berbagai hal yang tidak dapat dilakukannya di dunia nyata, sehingga apabila tidak dikontrol akan sulit untuk membedakan kenyataan rill dan peran dari dunia virtual. 
Bahaya  kekerasan dalam media (hasil study American Pshychological Assosiation 1995) menampilkan program kekerasan meningkatkan agresif, memperhatikan secara langsung secara berulang-ulang tayangan kekerasan dapat menyebabkan ketidak pekaan terhadap kekerasan dan penderitaan korban. tayangan kekerasan dapat meningkatkan rasa takut, sehingga akan menciptakan representasi dalam diri pemirsa, betapa berharganya dunia.

Tindakan kekersan bisa terjadi dalam film kartun, sinetron, komedi, film, permainan video game, vidoe musik, komik dan iklan. dalam peraturan KPI (komisi penyiaran indonesia) tentang standar program siaran tahun 2012, pelanggaran dan pembatasan kekerasan diatur dalam undang-undang penyiaran. Sehingga media  harus mempunyai batas-batas dalam menayangkan suatu acara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar