Senin, 15 Desember 2014

Public Speaking UPJ




Bintaro, Tangerang Selatan, Universitas Pembangunan Jaya pada tanggal 15 Desember 2014, Universitas Pembangunan Jaya mengadakan UAS public speaking. Ujian public speaking ini di adakan di aula UPJ. mata kuliah public speaking ini wajib di ikuti oleh seluruh mahasiswa/i UPJ semester tiga prodi ilmu komunikasi. Ujian public speaking ini di ikuti oleh 27 mahasiswa ilmu komunikasi. dan bukan hanya mahasiswa komunikasi saja tapi mahasiswa/i prodi lain juga datang untuk melihat dan memberikan semangat kepada temannya untuk mengikuti ujian public speaking ini. 

Kegiatan ini rutin dilaksankan oleh UPJ, karena ini adalah mata kuliah wajib mahasiswa/i semester tiga ilmu komunikasi. dengan adanya public speaking ini di ajarkan kepada mahasiswa/i untuk menumbuhkan rasa percaya diri bagi mahasiswa/i UPJ. Dalam UAS public speaking ini mahasiswa di wajibkan untuk berpidato di depan umum. Topik pidato yang dibawahkan oleh mahasiwa sangat menarik karena topik tidak di tentukan oleh dosen tapi di tentukan oleh mahasiswanya sendiri, seperti topik olah raga, komik, fashion,dll. dan waktu yang diberikan oleh dosen tak lebih dari 10 menit.

Antusiasme dari para mahasiswa/i yang ikut mendukung teman-teman mereka saat teman mereka tampil di depan  untuk berpidato layaknya public speaker profesional.

Saya sebagai mahasiswa UPJ yang mengikuti mata kuliah public speaking ini sangat berterima kasih  karena dengan adanya public speaking ini membuat saya percaya diri dan tidak gugup lagi ketika di saya harus presentasi di depan kelas. Dan saya berharap bukan saya yang merasakan hal tersebut tapi teman-teman saya juga pun merasakan hal yang sama. Sehingga ketika kita lulus nanti kita dapat bersaing dengan lulusan universitas lain. 

Tentang kami
Universitas Pembangunan Jaya ini berada di kawasan bintaro jaya, tangerang selatan. berdiri dari tahun 201, dan mempunyai program LSE (Liberal arts, Sustainable Eco Development, and Enterpreneurship).

Kontak Kami
Universitas Pembangunan Jaya, jl. Boulevard Bintaro Jaya Sektor 7 Tangerang Selatan, Banten Indonesia

Telepon : (021) 745-5555, (021) 290-4540

Minggu, 07 Desember 2014

Etika profesi Jurnalistik

Tugas dari wartawan adalah untuk meliput berbagai peristiwa yang berguna bagi publik dan bertanggung jawab untuk menyajikan suatu berita. tapi wartawan mempunya tantangan yang di hadapi

sisi pribadi: 
  1. motif ekonomi
  2. motif politik
  3. motif keberatan dan kedeatan 
  4. berbagai motif pribadi lainnya (sumber anonim)
sisi organisasi:
  1. faktor kepemilikan organisasi/penguasaa
  2. faktor ekonomi politik
  3. faktor organisasi media
  4. dan lainnya 
kode etik jurnalis himpunan atau sekumpulan etika yang wajib dipegang oleh seorang jurnalis/wartawan dalam menjalankan tugasnya. fungsi dari kode etik jurnalistik agar tidak terjadi salah paham atau menjatuhkan antar wartawan yang satu denga yang lainnya. dan delam jurnalistik tidak diperbolehkan melakukan plagiarisme, bohong, dan tidak boleh menerima suap. 

Asas kode etik jurnalis:
  1. asas profesionalitas wartawan harus menguasai profesinya baik dari segi teknis maupun filosofinya. pers harus membuat dan menyiarkan suatu berita yang akurat dan faktual.dan mereka harus mencantumkan nama nara sumber dan dilarang menggunakan plagiat.
  2. asas demokratis berita harus disiarkan secara berimbang dan independen dan pers juga harus/wajib melayani hak jawab dan korelasi dan pers harus mementingkan kepentingan publik
  3. asas moralitas wartawan tidak menyalahgunakan profesi, tidak merendahkan orang miskin dan orang cacat (Jiwa maupun fisik), tidak menulis dan menyiarkan berita berdasarkan diskriminasi dan gender, tidak menyebut identitas korban kesusilaan, tidak menyebut identitas korban dan pelaku kejahatan anak-anak, dan segera meminta maaf terhadap pembuatan dan penyiaran berita yang tidak akurat atau keliru.
  4. asas supremasi hukum wartawan bukanlah profesi yang kebal dari hukum yang berlaku. Untuk itu, wartawan dituntut untuk patuh dan tunduk kepada hukum yang berlaku.


sumber: edited by george, the hand book of communication ethics

Etika Profesi Dalam Industri

Etika profesi adalah serangkaian prinsip yang akhirnya membantu kita dalam mengambil tindakan yang sesuai dengan norma. Apa bila semua kegiatan organisasi diartikan sebagai "hanya pekerjaan saja" para pekerja di dalamnya tidak memikirkan organisasi tersebut secara keseluruan. etika profesi sebagai penting bagi setiap profesional karena setiap profesi memiliki tanggung jawab moral bagi masyarakat.

menurut schmooker 1993, menciptakan etika profesi:
  1. pesan yang di sampaikan
  2. organisasinya seperti apa
  3. kultur (budaya) seperti apa
Kode etik profesi merupakan kriteria prinsip profesional yang telah digariskan, sehingga diketahui dengan pasti kewajiban profesional anggota lama, baru, ataupun calon anggota kelompok profesi. Kode etik profesi telah menentukan standarisasi kewajiban profesional anggota kelompok profesi. Sehingga pemerintah atau masyarakat tidak perlu campur tangan untuk menentukan bagaimana profesional menjalankan kewajibannya.
Kode etik profesi pada dasarnya adalah norma perilaku yang sudah dianggap benar atau yang sudah mapan dan tentunya lebih efektif lagi apabila norma perilaku itu dirumuskan secara baik, sehingga memuaskan semua pihak.

Fungsi Kode Etik Profesi
Mengapa kode etik profesi perlu dirumuskan secara tertulis?
Sumaryono (1995) mengemukakan 3 alasannya yaitu :
1. Sebagai sarana kontrol sosial
2. Sebagai pencegah campur tangan pihak lain
3. Sebagai pencegah kesalahpahaman dan konflik


sumber: dr. haryatmoko, manipulasi media kekerasan dan pornografi, penerbit kanisius

Selasa, 25 November 2014

Kemanjuran Sarana Komunikasi

Politik media saat ini banyak berpartisipasi melaporkan atau mengkontribusi dalam hal politik atau masyarakat aktif. baik dari lingkungan, televisi dan online. Dalam media online masyarakat bisa bertukar pikiran sehingga terjadi pelanggaran etika. penghinaan provokasi atau janji-janji dari warga masyarakat. 
Dalam komunikasi politik kita dapat:
  1. harus mengkritisi pemerintah
  2. melek politik
  3. peka terhadap isu politik
  4. sadar hak dan kewajiban warga negara

Politik dalam media ialah persaingan antara berita lain yang tidak kalah menarik seperti infotaiment dan program hiburan. politik musiman yang timbul dari media yaitu pemilu, skandal politisi atau pejabat, pilkada, kkn melibatkan politisi. untuk dapat menarik simpatio audience maka berita politik harus dikemas secara menarik.

Budaya politik demokrasi adalah pemerintah akan segera diserang bila mencoba mendikte pesan pada publik, tetapi pemegang modal tidak dapat dengan mudahnya menentukan agenda setting. Melalui media para pemilik modal dapat memberikan tanggapan terhadap langkah politik pemerintah.


Sumber: Dr. Haryatmoko, penerbit kanisisus manipulasi media kekerasan dan pornografi

Kekerasan Dalam Media Massa

Kekerasan dalam media menurut Dr Haryatmoko terbagi 3 yaitu:
  1. kekerasan dokumen: menampilkan berbagai fakta kekerasan baik perbuatan/kata-kata. menampilkan gambar kekerasan yang dipahami pemirsa atau pembaca dangan mata telanjang sebagai dokumentasi atau rekaman fakta kebenaran. Menampilkan berbagai tindakan kekerasan yang disekenariokan. Dapat di presentasikan melalui tindak pembunuhan, pertengkaran, kerusuhan, tembakan. situasi yang di alami adalah konflik, luka, tangis. Dan tulisan pemberitaan media yang merugikan kehidupan pribadi atau kelompok.
  2. kekersan fisik: Menampilkan berbagai tindakan kekerasan yang diskenariokan. kekerasan ini dibuat seolah-olah sama dengan kekerasan dalam kehidupan nyata. dapat ditemukan dalam berbagai adegan kekerasan di film, sinetron, reality show, smackdown dan tayangan kartun.
  3. kekerasan simulas: Kekerasan dalam permainan peran (simulasi) seolah-olah kita yang mengalami. kekerasan ini berasal dari dunia virtrual yaitu permainan dari video game dan permainan on-line. permainan ini menampilkan permainan dan peranannya masing-masing berbagai hal yang tidak dapat dilakukannya di dunia nyata, sehingga apabila tidak dikontrol akan sulit untuk membedakan kenyataan rill dan peran dari dunia virtual. 
Bahaya  kekerasan dalam media (hasil study American Pshychological Assosiation 1995) menampilkan program kekerasan meningkatkan agresif, memperhatikan secara langsung secara berulang-ulang tayangan kekerasan dapat menyebabkan ketidak pekaan terhadap kekerasan dan penderitaan korban. tayangan kekerasan dapat meningkatkan rasa takut, sehingga akan menciptakan representasi dalam diri pemirsa, betapa berharganya dunia.

Tindakan kekersan bisa terjadi dalam film kartun, sinetron, komedi, film, permainan video game, vidoe musik, komik dan iklan. dalam peraturan KPI (komisi penyiaran indonesia) tentang standar program siaran tahun 2012, pelanggaran dan pembatasan kekerasan diatur dalam undang-undang penyiaran. Sehingga media  harus mempunyai batas-batas dalam menayangkan suatu acara.

Selasa, 18 November 2014


KEAKRABAN MAHASISWA DAN SATPAM UNIVERSITAS PEMBANGUNAN JAYA



Senin, 03 November 2014

Konten Pornografi Di media Massa

Menurut R. Ogien, 2003 pornografi adalah eksplisit (gambar, tulisan dan foto) dari aktivitas seksual atau hal yang tidak senono, mesum atau cabul yang dimaksudkan untuk di komunikasikan ke publik. pornografi dalam media juga tak terbatas sehingga banyak yang menampilkan pornografi baik yang ada dalam tabloid, koran, televisi, film, video musik, dan internet.

alasan utama organisasi media massa masih menayangkan konten yang berbau pornografi ialah karena adanya kepentingan ekonomi bagi organisasi media untuk meraih keuntungan sebanyak-banyaknya sehingga melupakan peranannya sebagai watchdog dan pemberi informasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

seperti yang ada dalam teori kultivasi media adalah orang menjadi suatu yang biasa dan menonton tayangan ini secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama sehingga membuat orang terdorong untyuk melakukan hal-hal yang berbau pornografi.

penolakan akan pornografi:
  1. menimbulkan rangsangan seksual sehingga akan mendorong prilaku yang membahayakan atau merugikan orang lain dan diri sendiri
  2. penyebaran pornografi berbahaya bagi psikologis anak 
  3. dikawatirkan dapat meningkatkan tingkat kekerasan pada perempaun
Sehingga disarankan kepada pemerintah harus menegur dan memberi sangsi yang tegas kepada media yang bersangkutan yang menayangkan program yang berabu pornografi, agar tidak menayangkan hal-hal yang berbau pornografi karena membuat orang melakukan hal-hal yang negatif. seharusnya media menanyangkan program-program yang berbau edukasi agar dapat menambah wawasan terhadap orang yang mengonsumsi media tersebut.

Refrensi: Ogien. R, 2003:31,47 The hand book of communication ethics