Selasa, 07 Oktober 2014

kekerasan pada media



Menurut Lardellier. p 2003 dari buku haryatmoko menuliskan media adalah sarana utama menyampaikan dan mendapatkan informasi hak publik untuk mendapatkan informasi yang benar sering tidak dijamin karena adanya pertarungan kepentingan dalam hal politik, ekonomi dan budaya. kekerasan media mengandung aspek estetik dan destruktif yang mengandung keterkaitan yang bersifat berdua atau suatu bentuk paksaan berwajah ganda yaitu tertarik, muak/jiji. paksaan bermuka dua ini seakan mendapatkan kenikmatan dalam perjumpaan antara keindahan dan kematia.

Di antara media sendiri terjadi persaingan, perang teluk ditandai dengan kejayaan informasi televisi yang mendasarkan kekuatannya pada gambar. namun, bukan berarti media cetak kalah pamor, mereka menemukan lahan baru informasi yang televisi tidak mampu untuk menandinginya, yaitu kehidupan peribadi para tokoh publik dan skandal yang dikaitkan dengan korupsi atau kasus lainnya. 

Dan selain itu juga kekerasan dalam film, fiksi, siaran dan iklan menjadi bagian dari industri budaya yang tujuan utamanya ialah mengejar ratting program tinggi dan sukses pasar. program yang berisi kekerasan sangat jarang mempertimbangkan aspek pendidikan, etis, dan efek tarumatisme penonton.

Menurut Nell ada tiga bentuk kekerasan yaitu:
1.menunjuk pada selera publik atau seniman akan kekejaman, lebih-lebih yang menyeramkan atau tidak waras karena melampaui reaksi akal sehat
2. berupaya  menampilkan kekerasan dalam konfigurasi seni yang baru dengan sentuhan menonjol pada apa yang belum dieksplorasi yang terlarang atau yang tabu.
3. melibatkan penonton untuk melampaui tatanan rill yang kontekstual

Akibat dari media sering menayangkan berbagai macam kekerasan dalam televisi sehingga terjadi efek media dalam etika komunikasi. yaitu salah satunya adalah berbicara yang gaul dll.

Refrensi: Dr. Haryatmoko. (2007). manipulasi media, kekerasan dan pornografimedia















15 komentar:

  1. Wow! Terima kasih informasinya, sangat bermanfaat :)

    BalasHapus
  2. terima kasih, sangat bermanfaat dan membantu!:D

    BalasHapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. menarik, judulnya juga sangat familiar di kehidupan nyata.

    BalasHapus
  5. contoh tayangan tv yang menunjukkan kekerasan dan berpengaruh terhadap masyarakat yang menontonnya itu yang seperti apa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. contohnya tayangan variety show banyak sekali memeperlihatkan adega" yg berbau kekerasan seperti menoyol kepala, menepungi orang, menakut" org dengan menggunakan binatang itu semua sudah termasuk dalam kekerasan.. pengaruhnya kalau masyarakat banyak menenton hal" seperti itu secara terus menerus, secara tidak sadar mereka akan menerapkan hal" yg serupa seperti apa yang mereka tonton begitu mba ervy

      Hapus
  6. isinya lengkap... terima kasih yaa sangat membantu.. ^^

    BalasHapus
  7. bagus sekali mengenai etika komunikasi yang kamu tulis. saat ini hal tersebut sering terjadi. terima kasih :)

    BalasHapus
  8. makasih mba Ester cukup membatu :))))

    BalasHapus
  9. terimah kasih atas masukan dan kritiknya,,mungkin saya akan memperbaikinnya lagi

    BalasHapus
  10. artikel yang bagus kakak dan menambah referensi saya...

    BalasHapus
  11. kira-kira bagaimana cara meminimalisir efek media saat ini?

    BalasHapus