Di antara media sendiri terjadi persaingan, perang teluk ditandai dengan kejayaan informasi televisi yang mendasarkan kekuatannya pada gambar. namun, bukan berarti media cetak kalah pamor, mereka menemukan lahan baru informasi yang televisi tidak mampu untuk menandinginya, yaitu kehidupan peribadi para tokoh publik dan skandal yang dikaitkan dengan korupsi atau kasus lainnya.
Dan selain itu juga kekerasan dalam film, fiksi, siaran dan iklan menjadi bagian dari industri budaya yang tujuan utamanya ialah mengejar ratting program tinggi dan sukses pasar. program yang berisi kekerasan sangat jarang mempertimbangkan aspek pendidikan, etis, dan efek tarumatisme penonton.
Menurut Nell ada tiga bentuk kekerasan yaitu:
1.menunjuk pada selera publik atau seniman akan kekejaman, lebih-lebih yang menyeramkan atau tidak waras karena melampaui reaksi akal sehat
2. berupaya menampilkan kekerasan dalam konfigurasi seni yang baru dengan sentuhan menonjol pada apa yang belum dieksplorasi yang terlarang atau yang tabu.
3. melibatkan penonton untuk melampaui tatanan rill yang kontekstual
Akibat dari media sering menayangkan berbagai macam kekerasan dalam televisi sehingga terjadi efek media dalam etika komunikasi. yaitu salah satunya adalah berbicara yang gaul dll.
Refrensi: Dr. Haryatmoko. (2007). manipulasi media, kekerasan dan pornografimedia

Wow! Terima kasih informasinya, sangat bermanfaat :)
BalasHapusterima kasih, sangat bermanfaat dan membantu!:D
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusoke terimakasih atas masukkannya
Hapusmenarik, judulnya juga sangat familiar di kehidupan nyata.
BalasHapusterimah kasih
Hapuscontoh tayangan tv yang menunjukkan kekerasan dan berpengaruh terhadap masyarakat yang menontonnya itu yang seperti apa?
BalasHapuscontohnya tayangan variety show banyak sekali memeperlihatkan adega" yg berbau kekerasan seperti menoyol kepala, menepungi orang, menakut" org dengan menggunakan binatang itu semua sudah termasuk dalam kekerasan.. pengaruhnya kalau masyarakat banyak menenton hal" seperti itu secara terus menerus, secara tidak sadar mereka akan menerapkan hal" yg serupa seperti apa yang mereka tonton begitu mba ervy
Hapusisinya lengkap... terima kasih yaa sangat membantu.. ^^
BalasHapusbagus sekali mengenai etika komunikasi yang kamu tulis. saat ini hal tersebut sering terjadi. terima kasih :)
BalasHapusArtikel yang membangun
BalasHapusmakasih mba Ester cukup membatu :))))
BalasHapusterimah kasih atas masukan dan kritiknya,,mungkin saya akan memperbaikinnya lagi
BalasHapusartikel yang bagus kakak dan menambah referensi saya...
BalasHapuskira-kira bagaimana cara meminimalisir efek media saat ini?
BalasHapus